Teknik Dasar Arung Jeram part 2 : Istilah-Istilah

RAFTING PUJON MALANG – Arung jeram adalh kegiatan yang memadukan unsur oleh raga, rekreasi, petualangan, dan edukasi. Disisi lain, tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti kegiatan ini. hampir semua orang dapat mencobanya. Mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa. Bahkan, tanpa memiliki kemampuan berenangpun tidak menjadi hambatan untuk mengikuti arung jeram. Namun, kegiatan itu merupakan salah satu olah raga ekstrim yang juga memerlukan teknik. Di artikel sebelumnya dijelaskan mengenai terknik arung jeram. Mulai dari teknik dayung arung jeram,  teknik pengarungan arung jeram, teknik dalam arung jeram,  teknik olahraga arung jeram, teknik skipper arung jeram, teknik mendayung dalam arung jeram. Dll. Sekarang artikel akan membahas mengenai istilah-istilah yang harus diketahui sebagai pemula.

Berikut adalah beberapa istilah yang perlu diketahui :

  1. Put in

Titik awal penempatan perahu yang juga merupakan titik awal pengarungan sungai

  1. Take out (end point)

Titik akhir atau titik finish dari kegiatan rafting. Baiasnya titik ini sudah ada tim yang menjemput peserta untuk diantar ke titik awal

  1. Swimmer

Peserta rafting yang terjatuh atau terlempar ke sungai. Kemungkinan semua orang yang pernah rafting adalah swimmer, sebab mayoritas peserta pasti akan terlempar ke sungai.

  1. Strainer

Arus sungai yang terhalang oleh runtuhan batu atau pepohonan yang tumbang sehingga tidak bisa mengalir. Bisa juga terjepit perahu yang sedang kamu naiki. Jadi berhati-hatilah.

  1. Skipper

Orang yang memberi instruksi sekaligus sebagai pendamping selama rafting. Dia adalah pemandu para rafter, kapan harus mendayung lebih cepat, kapan harus berbelok, atau kapan harus menghentikan dayungan. Skipper biasanya harus paham betul teknik rafting dan paham prinsip first aid (pertolongan pertama)

  1. New yorker

New yorker adalah istilah untuk menyebut peserta rafting yang suka mengeluh.

  1. Waterfall

Bisa bermakna air terjun. Berupa turunan di bagian badan sungai. Biasanya memiliki ketinggian sama dengan atau lebih dari 2 meter.

  1. Wrap

Kondisi perahu yang terjepit batu besar atau rintangan lainnya. Jika perahu sulit dilepaskan dari jebakan ini, kamu bisa mengempeskan perahu terlebih dahulu

  1. Tongue

Arus air yang mengalir dengan tenang. Biasanya membentuk huruf V dan berada di bagian hulu jeram

  1. Throw bag

Tali dengan panjang bervariasi yang digunakan untuk penyelamatan jika ada rafter yang terjatug dari perahu. Tali ini digunakan engan cara dilemparkan ke arah peserta yang terjatuh dari perahu.

  1. Standing waves

Gelombang besar pada sungai yang dijadikan arus utama

  1. Rooster tail

Air yang menyembur atau memancar dari bawah, ini biasanya karena ada bebatuan atau rintangan lain di dalam sungai.

  1. Undercut

Sebuah tebing atau batu besar yang ada di sisi sungai dan memiliki aliran air dibawahnya. Pusaran air di undercut ini tidak terlalu deras di permukaan, namun dibagian bawah arusnya sangat deras. Arus bagian bawah ini menggulung ke bawah. Ini sangat berbahaya. Jadi berhati-hatilah saat instruktur berteriak undercut.

  1. Rocks

Ornamen sungai berupa bebatuan yang menonjol ke permukaan air. Bebatuan ini mengakibatkan adanya perubahan arus air dan membuat sungai memiliki jeram.

  1. Carnage

Posisi perahu yang terbalik, entah karena terhantam jeram yang deras atau memang sengaja dibalikkan oleh instruktur.

Namun terkadang sebelum melakukan pengarungan sungai, terlebih dahulu instruktur membuat kesepakatan untuk menentukan perintah atau instruksi yang lebih mudah dipahami oleh para peserta. jadi bagi kalian yang ingin mencoba permainan ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

happy holiday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *